SELAMAT DATANG DI Korps SukaRela Palang Merah Indonesia Universitas Negeri Jakarta

Minggu, 04 Desember 2011

download undangan Pelatnas KPPBM-KSR perti Se-Indonesia

PELATNAS KPPBM-UNJ

Kamis, 30 September 2010

INFO-INFO TENTANG PCAB

Juknis Briefing Tes Fisik dan Pembukaan
Penerimaan Calon Anggota Baru KSR PMI UNJ
Angkatan 2010

Jadwal
Hari/tanggal : Kamis, 30 September 2010
Waktu : 16.00 - selesai
Tempat : Sekretariat KSR PMI UNJ

Hal-hal yang disampaikan :
1. Memberitahukan kegiatan tes fisik
  • Hari/tanggal : Jum'at, 1 Oktober 2010
  • Waktu : 16.00 - selesai
  • Tempat : Halaman belakang Gd. Perpustakaan
2. Menganjurkan peserta membawa perlengkapan berupa :
  • Pakaian olahraga yang sopan (baju kaos dan celana training)
  • Sepatu olahraga
  • Air minum secukupnya
3. Memberitahukan kepada peserta bahwa mereka akan diberika nomor dada dari panitia saat
tes fisik akan berlangsung.
4. Memberikan ketentuan waktu keterlambatan saat tes fisik kepada peserta (5 menit)
5. Memberitahukan kegiatan pembukaan PCAB 2010 :
  • Hari/tanggal : Sabtu, 9 Oktober 2010
  • Waktu : 07.00 - selesai
  • Tempat : Gd. Perlengkapan
6. Memberitahukan peserta untuk menggunakan :
  • Kemeja putih dan celana hitam (putra), rok hitam (putri)
  • Kerudung putih (bagi putri yang berjilbab)
  • Sepatu bebas tapi sopan
  • Membawa almamater
  • Membawa name tag dengan ketentuan :
Memberitahukan bentuk name tag dengan ketentuan :
  • Berbentuk tetesan darah + tali kur warna putih
  • Ukuran A4 dengan panjang 25,5 cm lebar 19,5 cm warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih, photo ukuran 3x4
  • Lambang KSR, Lambang PMI, Nama Lengkap, Fak/Jur, Kelompok, Motto
7. Memberitahukan lagu mars PMI dan mars UNJ
8. Memberitahukan ketentuan waktu keterlambatan saat pembukaan kepada peserta (5 menit)

Mars Univeritas Negeri Jakarta

MARS UNJ

Dengarlah derap gembira suara langkah bersama
Universitas Negeri Jakarta dalam bhakti tridharma
Membimbing suberdaya kita mendidik tunas-tunas bangsa
Kembangkan sayap ilmu sepanjang hayat kita
Semoga dirgahayu Universitas Negeri Jakarta


Mars Palang Merah Indonesia

MARS PMI

Palang merah indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom pancasila

Gerak juangnya ke seluruh nusa
Mendarmakan bhakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di persada bunda pertiwi

Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa

Kamis, 09 September 2010

Selamat Hari Lebaran

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Taqabalallahu Minna Waminkum
Shiyamanaa Wa Shiyamakum
Minal'aidin Walfaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Lebaran tahun ini akan menambah erat tali persaudaraan kita y..??
^_^

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Segenap keluarga besar KSR PMI UNJ mengucapkan..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Taqabalallahu Minna Waminkum
Shiyamanaa Wa Shiyamakum
Minal 'aidin walfaidzin
Mohon maaf lahir dan batin

Semoga Lebaran tahun ini bisa menambah erat talipersaudaraan kita.. ^_^

Kamis, 15 Juli 2010

Community Based First Aid 5

Dari Kami Untuk Kemanusiaan KSR PMI UNJ

Proudly Present CBFA 5 (Community Based First Aid)
"Membentuk Masyarakat yang Sadar Kesehatan dan Lingkungan"

16 - 25 Juli 2010 (Jum'at - Minggu)
At AULA Rw.04 Kelurahan Pisangan Timur

Powered and Supported by :
- KSR PMI UNJ
- POM UNJ
- STANDART
- PMI
- Rw.04 Pisangan Timur
- PKK Kelurahan Pisangan Timur

Contact Person :
- Fahrudin : 085642016605
- Febri : 08979822019

Jumat, 09 Juli 2010

PINGSAN

Pingsan adalah kehilangan kesadaran sebentar karena berkurangnya aliran darah ke otak. Pingsan dapat merupakan reaksi terhadap rasanyeri, kelelahan, kekurangan makanan atau tekanan emosional. Atau tidak bergerak terlalu lama, misalnya berdiri atau duduk diam, terutama dalam suasana panas. Keadaan tidak bergerak menyebabkan darah tertimbun di kaki, mengurangi jumlah darah yang mencapai otak.
Jika seseorang jatuh pingsan, denyut nadinya menjadi sangat lambat. Namun, kecepatannya segera bertambah dan pulih kembali. Seorang korban yang pingsan biasanya segera sembuh dan pulih.

PENGENALAN
  • Hilang kesadaran sebentar karena korban jatuh kelantai.
  • Denyut nadi lambat.
  • Pucat, kulit dingin, dan berkeringat.
PENANGANAN
  1. Jika korban merasa akan pingsan, anjurkan agar berbaring. Berlututlah, angkat kaki korban dan topang tumitnya di bahu anda. Posisi ini akan membantu memperbaiki aliran darahnya ke otak.
  2. Pastikan korban memperoleh cukup udara segar. Minta seseorang membuka jendela dan mintalah penonton untuk menjauh.
  3. Ketika siuman, tenanglah dan bantu duduk. Jika korban mulai pingsan lagi, baringkan dan topang kakinya sampai pulih.

SERANGAN JANTUNG

Serangan jantung paling sering disebabkan oleh penyumbatan tiba-tiba pasokan darah kebagian bagian otot jantung - misalnya ada bekuan dalam pembuluh arteri koroner (trombosis koroner). Resiko utamanya adalah jantung berhenti berdenyut.
Dampak serangan jantung bergantung pada seberapa parah otot jantung terganggu: banyak korban yang sembuh total. Obat seperti aspirin, dan obat obatan yang menghancurkan bekuan, digunakan untuk memperkecil kerusakan otot jantung.

PENGENALAN
  • Nyeri seperti diremas di dada kiri yang terus menerus, seringkali menyebar kerahang dan kedua lengan. Tidak seperti angina perkoris, rasa nyeri tidak berkurang walau korban beristirahat.
  • Sesak napas dan tidak nyaman di bagian atas perut, yang mungkin mirip dengan gangguan pencernaan parah.
  • Kolaps (roboh), seringkali tanpa pemberitahuan.
  • Pusing atau sakit kepala mendadak.
  • Serasa akan mati.
  • Kulit pucat dan bibir kebiruan.
  • Denyut nadi cepat, lemah atau tidak beraturan.
  • Berkeringat banyak.
  • Terengah engah seperti kekurangan udara.
PENANGANAN
  1. Usahakan korba nyaman untuk mengurangi beban jantungnya. Posisi setengah duduk, denga kepala dan bahu korban ditopang dan lulut tertekuk.
  2. Panggil ambulan. Jelaskan bahwa anda menduga sudah terjadi serangan jantung. Hubungi dokter pribadi korban jika ia meminta.
  3. Jika korban sadar, berikan tablet aspirin (300mg) untuk dikunyah perlahan.
  4. Jika korban membawa obat angina, misalnya penyemprot pompa atau aerosol, bantu menggunakannya. Korban disarankan istirahat.
  5. Pantau dan catat tanda hidupnya, hingga bantuan tiba.

ASMA

Pada serangan asma, otot-otot saluran udara dalam paru-paru mengejang dan lapisan jalan napas membengkak. Akibatnya, jalan napas menyempit, menyulitkan pernapasan.
Kadang-kadang ada pemicu serangan, misalnya alergi, selesma, obat tertentu, asap rokok. Pada saat lain, pemicu tidak tampak jelas. Banyak penderita asma mengalami serangan mendadak di malam hari.
Penderita asma lazimnya menangani sendiri gangguannya, menggunakan inhaler pelega khusus ketika gejala pertama asma menyerang.

PENGENALAN
  • Sulit bernapas, dengan waktu mengembuskan napas sangat panjang.
Dapat juga terjadi:
  • Desis korban mengembuskan napas.
  • Sulit berbicara dan berbisik.
  • Ciri-ciri hipoksia, misalnya semburat biru-kelabu dibibir, cuping hidung, dan bantalan kuku (sianosis).
  • Cemas dan gelisah.
  • Batuk.
  • Pada serangan yang parah: kelelahan. Jarang terjadi korban pingsan dan berhenti bernapas.
PENANGANAN
  1. Tetap tenang dan tenangkan korban. Usahakan korban menghirup inhalernya. Dalam beberapa menit seharusnya korban sudah tenang kembali. Anjurkan agar korban bernapas tenang dan dalam.
  2. Biarkan korban pada posisi yang paling nyaman untuknya - biasanya duduk. Jangan baringkan korban.
  3. Serangan asma ringan akan usai setelah 3 menit. Jika tidak, anjurkan korban menghirup inhalernya lagi.

Kamis, 01 Juli 2010

Yuk Ramein Blog Qta

Kaka" & Teman"
Tampilan blog kita baru, Seru Loh....!!!
apa lagi kalo pada Sering posting
paZti bakalan lebih seru...!!!

Yuk Ramein Blog Qta

Rabu, 10 Maret 2010

Lowongan seleksi kandidat calon SATGANA PMI Pusat

Kriteria Kandidat Calon SATGANA PMI PUSAT

Jika Anda:

1. Terdaftar dan aktif sebagai Relawan PMI (Dapat dibuktikan oleh copy Kartu Tanda Anggota).
2. Usia 18 – 40 Tahun.
3. Tinggi Badan, Laki-laki 170 cm, Wanita 160 cm.
4. Telah mengikuti pelatihan spesialisasi/memiliki kompetensi tertentu. Dapat dibuktikan dengan sertifikat atau keterangan profesi.
5. Telah mengikuti orientasi kepalangmerahan, baik yang diselenggarakan terpisah (untuk TSR) atau terintegrasi dalam Pelatihan Dasar KSR.
6. Bersedia mengikuti proses seleksi dan pelatihan sesuai Standarisasi Pelatihan PMI.
7. Bersedia untuk dapat dimobilisasi PMI setiap saat (24 jam) dan bersedia mengabdi di PMI selama 5 tahun kedepan.
8. Menguasai Bahasa Inggris.

Seleksi antara lain meliputi seleksi administratif, kesehatan, kesamaptaan dan kompetensi. Pendaftaran akan dilakukan di setiap cabang PMI di seluruh Indonesia.

Tim seleksi dan pelatih: PMI, KOPASSUS dan tim ahli.

SATGANA PMI PUSAT Angkatan I, ditargetkan sejumlah 100 orang Relawan PMI dari wilayah:

1. 50 Orang berasal dari wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat
2. 25 Orang dari Wilayah Barat
3. 25 Orang dari Wilayah Timur

Ayo...
Persiapkan diri kalian mengikuti seleksi yang akan dijadwalkan berlangsung pada bulan April-Mei 2010 (jika ada perubahan waktu akan diinformasikan kemudian).

Salam Kemanusiaan dan Salam Komando !

Info lebih lanjut baca dicatatan facebook PALANG MERAH INDONESIA


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Jumat, 05 Februari 2010

Anatomi Tubuh Manusia

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh da bentuk tubuh atau juga dikenal dengan ilmu urai.
Bagian tubuh manusia dikelilingi oleh rangka. Secara garis besar, tubuh manusia dibagi menjadi:
  1. Kepala (tengkorak, wajah, dan rahang bawah)
  2. Leher
  3. Batang tubuh (dada, perut, punggung, dan panggul)
  4. Anggota gerak atas (sendi bahu, lengan atas, lengan bawah, siku, lengan bawah, pergelangan tangan dan tangan)
  5. Anggota gerak bawah (sendi panggul, tungkai atas (paha), lutut, tungkai bawah, pergelangan kaki dan kaki)

Rongga tubuh

Selain pembagian tubuh maka juga perlu dikenali 5 buah rongga yang terdapat di dalam tubuh yaitu:
  1. Rongga tengkorak: rongga ini berisi otak dan melindunginya
  2. Rongga tulang belakang: berisis bumbung syaraf atau “spinal cord”, terbentuk dari rongga-ronga tulang belakang menyatu membentuk suatu kolom.
  3. Rongga dada: sering juga disebut rongga toraks. Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung, paru-paru, pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran napas. Pada bagian bawah rongga ini dibatasi oleh suatu structural otot berbentuk kubah yang dikenal sebagai sekat rongga dada atau diagfragma. Sekat rongga dada ini adalah organ paling penting pada proses pernapasan, dan menjadi pembatas antara rongga dada dan rongga perut.
  4. Rongga perut: rongga ini terletak diantara rongga dada dan rongga panggul. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah abdomen. Di dalam rongga ini terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pancreas, dan lainnya.
  5. Rongga panggul: rongga ini dibentuk oleh-tulang-tulang panggul, berisi kandung kemih, sebagian usus besar dan organ reproduksi dalam.

Pembagian rongga perut (abdomen)
Rongga perut berisi organ-organ penting. Untuk memudahkan penilaian rongga perut dibagi menjadi 4 bagian yang dikenal sebagai kwadran. Kwadran ini dibentuk diperoleh dengan menggambar suatu garis khayal horizontal dan vertikal melalui pusar.

Pembagiannya:

Kwadran kanan atas
Berisi: hati, kandung empedu, pankreas dan usus
Kwadran kiri atas
Berisi: organ lambung, limpa dan usus
Kwadran kiri atas
Berisi: terutama organ usus termasuk usus buntu
Kwadran kiri bawah
Berisi: terutama usus

Jumat, 29 Januari 2010

Sejarah Palang Merah Remaja

Palang Merah Remaja dibentuk ketika Kongres PMI pada Januari 1950 di Jakarta. PMR dulu bernama Palang Merah Pemuda, 1 Maret 1950. Secara resmi berkembangnya PMR di sekolah didasari Surat Edaran Dirgen Pendidikan No. 11-052-1974, pada tanggal 22 Juni 1974.

Janji PMR

Kami palang merah remaja indonesia berjanji, dengan disertai penuh rasa tanggung jawab, dan dengan bersungguh hati :

  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Berbakti kepada Masyarakat
  3. Mempertinggi keterampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan
  4. Mempererat Persahabatan Nasional dan Internasional
  5. Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik Palang Merah Remaja dan Palang Merah Indonesia dengan memegang teguh Prinsip-prinsip palang merah yaitu :

1. Kemanusiaan

2. Kesamaan

3. Kenetralan

4. Kemandirian

5. Kesukarelaan

6. Kesatuan

7. Kesemestaan

Tribakti Palang Merah Remaja

1. Berbakti kepada masyarakat.

2. Mempertinggi ketrampilan dalam rangka meningkatkan kebersihan dan kesehatan.

3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional

Sabtu, 23 Januari 2010

aerobik bersama di acara refreshing humanity

"Badan Sehat Hati pun Senang"

woro - Woro Refreshing humanity

WORO – WORO

BUAT YANG IKUT REFRESHING HUMANITY

KHUSUSNYA HATORI AKAN MENDAPATKAN KAOS DARI KSR TERCINTA.....LIMITED EDITION LHO...

BURUAN DAFTAR CUMA 50 REBU DAPAT KAOS PULA...

KAPAN LAGI....(INFO LEBIH LANJUT HUB: K'AWAN)



--
Nurul Hidayat

Jumat, 25 Desember 2009

Hatori #1

Oleh: Nurul Hidayat Teripang 16 Humas KSR PMI UNJ 2009

Baru Bolang, 18/12/09

Meski terik ditemani sejuknya alam Taman Safari tidak mematahkan semangat tujuh belas pasukan calon pawang kemanusiaan dalam mendeklarasikan diri menjadi anggota KSR PMI UNJ, dalam benak mereka hanyalah kata maju dalam melangkah. Bukan mundur pulang dengan oleh-oleh kekecewaan.

Navigator long march Ka Awan menginstruksikan kepada cakas untuk mempersiapkan kondisi barang bawaan dan mental mereka dalam menempuh misi kemanusiaan. Dengan memunajat kepada sang penguasa bumi dan pencipta alam semesta; Allah SWT, serta rasa yakin untuk setiap langkahnya diberi kekuatan. Pandangan mereka penuh dengan harapan, doa, dan semangat, kedua tangan mereka menengadah keatas dan menundukkan kepala. Pluit jalan ditiupkan yang memudarkan lamunan mereka, mereka melangkahkan kaki ditanah yang coklat berkerikil mungil, jalan menanjak merasa berat baginya namun semangat terus memompa dari jantung hingga kakinya. Tak berselang setengah jam satu dan dua angkatan ke-17 mulai merasakan lelahnya menggendong tas seberat 60 liter, hentakan dan lontaran kata-kata senior membuat mereka yang mulai lelah meningkatkan tenaganya, menahan rasa sakit di perutnya dan menahan rasa putus asa di pikirannya. Teman-teman mereka memberikan dorongan agar melanjutkan perjalanan karena titik finis masih jauh dari pandangannya. Dengan terus memapahnya, rasa persahabatan yang satu bulan terjalin dalam Diklat terlihat jelas, tak rela bagi mereka meninggalkan sahabatnya pulang dengan harapan kosong, atau malah ada yang di suruh di “glindingkan” dari atas sampai bawah, ada pula senior yang membuat panas telinga meraka dengan terus mengajak pulang karena jarak mereka masih dekat dengan jalanan.

Setelah mereka mengganti pakaian lapangan, langkah pun terus terukir di tanah yang dikelilingi kebun teh yang hijau, semangat mereka terus meningkat dengan hamparan kanan dan kiri yang tak jarang di temui di tanah perkotaan Ibukota. Salah satu kondisi peserta tidak memuluskan perjalanan mereka, bagai skenario yang dirancang sutradara, cakas Hani mengalami jatuh pingsan, senior tidak langsung ambil alih karena senior ingin melihat seberapa jauhkah solidaritas peserta dalam menghadapi korban, cakas Rina pun memberikan dorongan spiritual kepada temannya agar terus melangkah melanjutkan perjalanan. Satu lagi dari mereka jatuh karena kram di kakinya, materi diklat mulai diterapkan satu per satu dalam keadaan yang seperti ini, ada juga dalam perjalanan cakas Iman mulai kehilangan konsentrasi seperti kekurangan ion di iklan-iklan televisi, dia menanyakan kepada Ka Zambrong kemana topi Rimbanya, Ka Zambrong pun “mlongo” kenapa cakas Iman menanyakan topi rimbanya padahal topinya ada dikepalanya. Dengan muka malu seperti bertemu dengan kekasihnya cakas Iman tersipu melihat raut muka Ka Zambrong. Miris memang, sudah ditinggal oleh teman-temannya yang sedang beristirahat, cakas Iman masih dibelakang mengurusi kakinya. Baru sadar setelah menunaikan sholat kalau salah satu dari tujuh belas pasukanya ada yang tertinggal.

Hari sudah mulai gelap, perjalan mereka baru setengah, rasa semangat mereka masih kuat, dan kaki-kakinya masih mencakar tanah yang mulai licin. Mereka dibantu alat penerang senter, serta nyanyian-nyanyian “KSR NUSANTARA” sebagai suara saingan mereka dengan serangga-serangga malam. Paduan suara mereka dipimpin oleh cakas Juwita karena memiliki lengkingan suara yang merdu. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, sie acara, Ka Barok menyuruh untuk membuat makanan. Pada saat itu Ka Nita memeriksa bahan makanan peserta, ada hal aneh dari salah satu peserta, yaitu cakas Udin, dia malah sempet-sempetnya mimpi dengan posisi terduduk, Ka Nita memanggil dan cakas Udin menjawab “Wis Tangi” dan jawaban tersebut dijadikan sebagai Nada Sambung Panggilan (NSP). Setelah mengisi perutnya mereka melanjutkan perjalanan ke tempat peristirahatan yang pas buat mereka sendiri yaitu bivak, karena pagi-pagi mereka harus melanjutkan perjalanan dalam mencari korban di Kebon Teh.

Jumat, 04 Desember 2009

GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL

Oleh: Sita Mega Putri, cakas angkatan 17

SEJARAH LAHIRNYA GERAKAN
Pada tanggal 24 Juni 1859 di kota Solferino, Italia Utara, pasukan Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria dalam suatu peperangan yang mengerikan. Pada hari yang sama, seorang pemuda warganegara Swiss, Henry Dunant , berada di sana dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis, Napoleon III. Puluhan ribu tentara terluka, sementara bantuan medis militer tidak cukup untuk merawat 40.000 orang yang menjadi korban pertempuran tersebut. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat, segera bertindak mengerahkan bantuan untuk menolong mereka.

Beberapa waktu kemudian, setelah kembali ke Swiss, dia menuangkan kesan dan pengalaman tersebut kedalam sebuah buku berjudul "Kenangan dari Solferino", yang menggemparkan seluruh Eropa. Dalam bukunya, Henry Dunant mengajukan dua gagasan;

* Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional , yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang.
* Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang.

Pada tahun 1863, empat orang warga kota Jenewa bergabung dengan Henry Dunant untuk mengembangkan gagasan pertama tersebut. Mereka bersama-sama membentuk "Komite Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera", yang sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC).
Dalam perkembangannya kelak untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan di setiap negara maka didirikanlah organisasi sukarelawan yang bertugas untuk membantu bagian medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut yang sekarang disebut Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah.

Berdasarkan gagasan kedua, pada tahun 1864, atas prakarsa pemerintah federal Swiss diadakan Konferensi Internasional yang dihadiri beberapa negara untuk menyetujui adanya "Konvensi perbaikan kondisi prajurit yang cedera di medan perang". Konvensi ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan menjadi Konvensi Jenewa I, II, III dan IV tahun 1949 atau juga dikenal sebagai Konvensi Palang Merah . Konvensi ini merupakan salah satu komponen dari Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) suatu ketentuan internasionalyang mengatur perlindungan dan bantuan korban perang.

PALANG MERAH INTERNASIONAL

1. Komite Internasional Palang Merah / International Committee of the Red Cross (ICRC), yang dibentuk pada tahun 1863 dan bermarkas besar di Swiss. ICRC merupakan lembaga kemanusiaan yang bersifat mandiri, dan sebagai penengah yang netral. ICRC berdasarkan prakarsanya atau konvensi-konvensi Jenewa 1949 berkewajiban memberikan perlindungan dan bantuan kepadakorban dalam pertikaian bersenjata internasional maupun kekacauan dalam negeri. Selain memberikan bantuan dan perlindungan untuk korban perang, ICRC juga bertugas untuk menjamin penghormatan terhadap Hukum Perikemanusiaan internasional.
2. Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah, yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia, yang kini berjumlah 176 Perhimpunan Nasional, termasuk Palang Merah Indonesia. Kegiatan perhimpunan nasional beragam seperti bantuan darurat pada bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pelatihan P3K dan pelayanan transfusi darah. Persyaratan pendirian suatu perhimpunan nasional diantaranya adalah :
* mendapat pengakuan dari pemerintah negara yang sudah menjadi peserta Konvensi Jenewa
* menjalankan Prinsip Dasar Gerakan
Bila demikian ICRC akan memberi pengakuan keberadaan perhimpunan tersebut sebelum menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah..
3. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah / International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC), Pendirian Federasi diprakarsai olehHenry Davidson warganegara Amerika yang disahkan pada suatu Konferensi Internasional Kesehatan pada tahun 1919 untuk mengkoordinir bantuan kemanusiaan, khususnya saat itu untuk menolongkorban dampak paska perang dunia I dalam bidang kesehatan dan sosial. Federasi bermarkas besar di Swiss dan menjalankan tugas koordinasi anggota Perhimpunan Nasional dalam program bantuan kemanusiaan pada masa damai, dan memfasilitasi pendirian dan pengembangan organisasi palang merah nasional.


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

Senin, 23 November 2009

Sejarah Lambang

Oleh: Nurul Hidayat
Angkatan 16 KSR PMI UNJ


Palang merah dan bulat sabit merah telah mengabdikan diri untuk melayani dalam rangka kemanusiaan lebih dari seabad yang lalu, memberikan perlindungan bagi siapa saja yang terkungkung dalam konflik dan bagi siapa saja yang menolong mereka. Pada bulan Desember 2005, sebuah lambang tambahan – kristal merah – telah terbentuk berdampingan dengan palang merah dan bulan sabit merah. Dokumen di bawah akan menjelaskan sejarah dari lambang-lambang tersebut.

1859

Pada awal abad ke 19, lambang digunakan untuk mengidentifikasi tentara yang bergerak di bidang medis dan berbeda-beda sesuai dengan negara mereka. Lambang-lambang tersebut tidak diketahui secara umum, dan sangat jarang dihargai dan tidak bernama untuk segala bentuk perlindungan yang sah.

Di dua setengah abad ke 19, pengembangan yang begitu pesat pada teknologi senjata api memimpin pertambahan angka kematian dan luka seiring perang secara dramatis.

Pada 24 Juni 1859, Perang Penggabungan Italia makin parah. Henry Dunant, seorang warga negara Swiss, sedang dalam perjalanan menuju kota Solverino. Disana, dia menjadi saksi mata kesengsaraan lebih dari 45.000 tentara terlantar, mati atau terluka, di medan perang.

Kembali ke Jenewa, Henry Dunant mulai menulis sebuah buku yang menawarkan perkembangan drastis untuk memberikan pertolongan kepada korban perang.

1862

Pada tahun 1862, "A Memory of Solverino" diterbitkan. Buku tersebut mengemukakan dua usulan :

a. untuk menciptakan masa damai dan di setiap negara dibentuk kelompok sukarelawan untuk merawat korban pada masa perang

b. agar negara-negara menyetujui melindungi sukarelawan pertolongan pertama dan orang-orang yang terluka di medan perang.

Usulan yang pertama adalah asal-usul Lembaga Nasional yang sekarang dikenal di 183 negara; dan yang kedua adalah asal-

usul dari Konvensi Jenewa sekarang yang ditandatangani 192 negara.

PALANG MERAH

1863

Pada tanggal 17 Februari 1863, sebuah komite lima-anggota, yang nantinya disebut International Commitee of the Red Cross (ICRC), berembuk untuk mempelajari usulan Henry Dunant.

Salah satu objektivitas digunakan untuk mengambil sebuah lambang khusus dan disokong oleh hukum untuk mengindikasikan rasa hormat kepada tentara yang bergerak di bidang medis, para sukarelawan dengan lembaga pertolongan pertama dan korban dari konflik bersenjata.

Lambang tersebut harus sederhana, teridentifikasi dari jauh, dan diketahui setiap orang serta identik untuk teman bahkan lawan. Lambang tersebut harus sama untuk setiap orang dan dikenal secara universal

Pada tanggal 26 Oktober 1863, Konferensi Internasional pertama diadakan. Termasuk didalamnya delegasi dari 14 negara.

Sebagai penyimpulan dari 10 resolusi, yang menetapkan pendirian dari organisasi pertolongan untuk tentara yang terluka – di masa depan dikenal dengan Palang Merah, kemudian Lembaga Bulan Sabit Merah – juga diadopsi dari lambang palang merah dengan warna dasar putih sebagai keseragaman lambang yang jelas.

1864

Pada bulan Agustus 1864, Konfrensi Diplomatik, melakukan rapat untuk keperluan perubahan resolusi yang diadopsi tahun 1863 sebagai aturan perjanjian, diadopsi dari Konvensi Jenewa Pertama.

Hukum perikemanusiaan internasional telah lahir

Konvensi Jenewa Pertama mengakui palang merah dengan latar putih sebagai sebuah lambang khusus.

Semenjak lambang merefleksikan kenetralan paramedis tentara dan perlindungan diberikan kepada mereka, lambang tersebut dibentuk dengan membalikkan warna bendera Swiss.

Negara Swiss secara permanen memiliki status netral untuk beberapa tahun, dan telah dikonfirmasikan oleh Treaties of Vienna dan Paris tahun 1815. Lebih lanjut bendera putih melambangkan pernegosiasian atau menyerah; melakukan tembakan kepada siapapun yang mengibarkan bendera ini sangat tidak dapat diterima.

Lambang tersebut juga menjadi sangat mudah untuk diproduksi dan dikenal karena memiliki warna yang kontras.

BULAN SABIT MERAH

1876-1878

Selagi perang antara Rusia dan Turki berlangsung, Kekaisaran Ottoman mendeklarasikan akan menggunakan lambang bulan sabit merah dengan latara belakang putih di tempat yang sama dengan palang merah. Tetap menghargai lambang palang merah, Ottoman meyakini bahwa palang merah, secara alami, bertentangan dengan tentara Muslim. Bulan sabit merah akhirnya sementara itu diterima untuk digunakan pada konflik itu.

1929

Setelah Perang Dunia Pertama, Konferensi Diplomatik pada tahun 1929 dipanggil untuk meninjau kembali Konvensi Jenewa. Delegasi Turki, Persia dan Mesir meminta agar bulan sabit merah dan singa matahari merah diakui. Setelah diskusi berkepanjangan, Konferensi tersebut diterima dan diakui sebagai lambang khusus sebagai tambahan dari palang merah; namun untuk menghindari perkembangan lambang yang terlalu banyak, lambang-lambang tersebut hanya berhak digunakan terbatas pada tiga negara yang telah menggunakannya

Tiga lambang tersebut menikmati status setara dibawah naungan Konvensi Jenewa.

Sekarang, 151 Lembaga Nasional menggunakan palang merah dan 32 menggunakan bulan sabit merah.

1949

Konferensi Diplomatik diadakan kembali pada tanggal 1949 untuk menata kembali Konvensi Jenewa akibat Perang Dunia Kedua melahirkan tiga proposal yang memerlukan solusi dan jawaban tentang lambang:

1. Permintaan Belanda untuk memiliki simbol tersendiri;

2. Permintaan agar hanya menggunakan simbol palang merah

3. Prmintaan dari Israel untuk pengenalan lambang baru, perisai merah dari David yang digunakan sebagai lambang khusus bagi tentara medis Israel;

Ketiga proposal tersebut ditolak.

Konferensi mengekspresikan perlawanannya terhadap perkembangbiakan lambang perlindungan. Palang merah, bulan sabit merah dan singa matahari merah tetap dinyatakan sebagai lambang yang diakui.

1980

Republik Islam Iran mendeklarasikan bahwa mereka melepaskan lambang singa matahari merah dan akan menggunakan lambang bulan sabit merah sebagai lambang khusus mereka. Bagaimanapun juga, lambang singa dan matahari merah tetap diakui.

1992

Debat tentang lambang terus berlanjut setelah ketetapan 1949. Sejumlah negara dan lembaga pertolongan mereka tetap menginginkan untuk menggunakan lambang nasional, atau kedua lambang palang dan bulan sabit bersamaan. Pada tahun 1990-an, terdapat pula kekhawatiran terhadap rasa hormat untuk kenetralan palang merah dan bulan sabit merah dalam konflik yang sangat sulit. Pada tahun 1992, pimpinan ICRC berbicara didepan umum tetang pembentukan lambang tambahan sama sekali tidak berkonotasi terhadap pihak nasional, politik, maupun keagamaan manapun.

1999

Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tahun 1999 mengesahkan permintaan agar permintaan grup dari Negara dan Lembaga Nasional tentang lambang perlu dibentuk untuk menemukan solusi yang lebih luas dan dapat bertahan lama diterima untuk semua kelompok dalam istilah hakekat dan prosedur.

2000

Grup Kerja menyadari bahwa kebanyakan Negara dan Lembaga Nasional meletakkan emblem palang merah dan bulan sabit merah berdempetan. Demikianlah, cara yang hanya dapat digunakan untuk secara luas diterima untuk mengadopsi tiga emblem tambahan, tanpa sama sekali tidak berkonotasi terhadap pihak nasional, politik, maupun keagamaan manapun.

Desain lambang baru harus dibolehkan kepada Lembaga Negara yang menggunakannya dengan:

a. Menyelipkan logo palang atau bulan sabit

b. Menyelipkan logo palang dan bulan sabit bersisian atau bersebelahan

c. Menyelipkan lambang lain yang digunakan dan telah dikomunikasikan kepada negara yang dinaungi Konvensi Jenewa dan ICRC.

 KRISTAL MERAH

2005

Pada bulan Desember 2005 selagi Konferensi Diplomatik di Jenewa, Negara-negara mengadopsi Protokol III kepada Konvensi Jenewa, membentuk sebuah lambang tambahan bersisian dengan lambang palang merah dan bulan sabit merah. Lambang baru tersebut – dikenal dengan nama kristal merah – memecahkan masalah tentang isu-isu tentang Pergerakan yang terselubung selama beberapa tahun, termasuk:

1. Kemungkinan negara-negara yang enggan menggunakan palang merah dan bulan sabit merah untuk mengikuti Pergerakan sebagai anggota penuh dengan menggunakan kristal merah

2. Kemungkinan penggunaan palang merah dan bulan sabit merah bersamaan.

 

2006

Juni 2006, Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah akan bertemu di Jenewa untuk memberikan amandemen kepada undang-undang kepada Pergerakan untuk mengikuti laporan pengolahan lambang yang baru.